Model Pembelajaran jigsaw

MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW

INOVASI PENDIDIKAN MATEMATIKA

Dosen pengampu: Aryo Andrie Nugroho M.Pd.

Disusun Oleh :

  1. Slamet Irawansari                      ()
  2. Ninik Setiyawati                                    ()
  3. Fhina Haryanti                           ( 11310114)

Kelas : 3 C

PENDIDIKAN MATEMATIKA 

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

IKIP PGRI SEMARANG

2012

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

 

Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu Negara. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah  yang  melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran. Dalam konteks perencanaan ini guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis.

Proses pembelajaran  yang dilakukan oleh banyak oleh tenaga pendidik saat ini cenderung pada pencapaian target materi kurikulum, lebih mementingkan pada penghafalan konsep bukan pada pemahaman. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran dalam kelas  yang selalu didominasi olehguru, dengan demikian suasana pembelajaran menjadi tidak kondusif sehingga siswa menjadi pasif.

Model pembelajaran di kelas yang semu­la hanya konvensional secara monoton dan guru sebagai pusat pembelajaran. Hal ini sudah tidak sesuai dengan perubahan paradigma pendidikan yang semula teacher centre berubah menjadi stu­dent centre. Perubahan ini tidak hanya membawa dampak terhadap metode, aktivitas dan sikap ilmiah belajar siswa, akan tetapi juga terhadap cara penilaian yang berpusat pada peserta didik.

Upaya untuk meningkatkan prestasi siswa  guru harus lebih kreatif dan membuat pembelajaran dengan lebih menarik dan disukai oleh peserta didik. Pembelajaran kooperatif  terutama teknik Jigsaw dianggap  cocok diterapkan dalam pendididkan di Indonesia karena sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai gotong-royong.

Pembelajaran dengan menggunakan mo­del Jigsaw materi yang dipelajari biasanya ber­bentuk narasi tertulis dan tujuan pembelajaran­nya lebih diutamakan untuk penguasaan konsep daripada penguasaan kemampuan. Pengajaran materi Jigsaw biasanya berupa sebuah bab, na­rasi atau diskripsi yang sesuai.Para siswa beker­ja dalam sebuah tim yang heterogen, diberikan tugas membaca, memahami, mendiskusikan dan menyampaikan materi kepada rekan yang lain

  1. B.     Rumusan Masalah

1)   Bagaimana pengertian model pembelajaran jigsaw?

2)    Bagaimanas sejarah model pembelajaran Jigsaw?

3)    Apa saja  sangkah-langkah model pembelajaran Jigsaw?

4)   Apa saja kelebihan dan kekurangan model pembelajaran jigsaw?

5)   Apa  faktor penghambat Model jigsaw?

  1. C.    Tujuan

1)      Menjelaskan pengertian model jigsaw.

2)      Mengetahui sejarah model jigsaw.

3)      Mengetahui  langkah-langkah model pembelajaran jigsaw.

4)      Mengetahui Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran jigsaw.

5)       Mengetahui  faktor penghambat model jigsaw.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Pengertian Model Jigsaw

Pembelajaran kooperatif jenis Jigsaw adalah satu jenis pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Jigsaw menggabungkan konsep pengajaran pada teman sekelompok atau teman sebaya dalam usaha membantu belajar. Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab untuk pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain.

Medel jigsaw pada hakekatnya model pembelajarankooperatif yang berpusat pada siswa. Siswa mempunyai peran dan   tanggung jawab besar dalam pembelajaran. Guru  berperan sebagai fasilisator dan motifator. Tujuan model Jigsaw ini adalah untuk mengembangkan kerja tim, ketrampilan belajar kooperatif dan penguasaan pengetahuan secara mendalam  yang tidak mungkin diperoleh siswa  apabila siswa mempelajari materi secara individual. Dalam metode Jigsaw ini siswa dibagi menjadi dua kelompok  yaitu “kelompok awal” dan “kelompok ahli”.  Setiap siswa  yang ada dalam” kelompok awal” mengkhususkan diri pada satu bagian dalam sebuah unit pembelajaran. Siswa dalam “kelompok awal”  ini kemudian dibagi lagi untuk masuk kedalam “kelompoka ahli” untukmendiskusikanmateri yang berbeda. Siswa kemudian kembalike “kelompok awal”  untuk mendiskusikan materi hasil “kelompok ahli” pada siswa “kelompok awal”. Dalam konsep ini siswa harus bisa mendapat kesempatan dalam proses belajar supaya semua pemikiran siswa dapat diketahui.

Pembelajaran model Jigsaw menuntut setiap siswa untuk bertanggung jawab atas ketuntasan bagian pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok lainnya.

  1. B.     Sejarah Model Jigsaw

Jigsaw adalah salah satu teknik cooperative learning yang pertama kali diterapkan oleh Elliiot Aronson tahun 1971 dan dipublikasikan tahun 1978. Pada awalnya penelitiannya kelas jigsaw ini dipakai untuk tujuan agar mengurangi rasa kompetisi pembelajar dan masalah ras yang terdapat disebuah kelas  yang berada di Austin, Texas. Kota texas ini termasuk mengalami masalah rasis yang sangat parah, dan itu pun memunculkan  intervensi dari sekolah – sekolah untuk menghilangkan masalah tersebut.

Di dalam suatu kelas banyak pembelajaran  merika keturunan Afrika, keturunan Hispanik (latin), dan pembelajaran kulit putih amerika untuk  yang pertama kalinya berada dalam sebuah kelas bersama-­sama. Situasi semakin memanas dan mangancam lingkungan  belajar mereka. Dan pada tahun 1971 Aronson dan beberapa lulusan pembelajaran lainnya menciptakan  jigsaw dan mencoba untuk menerapkannya didalam kelas. Dan usaha keras ini berhasil dengan sukses, pembelajar  yang pada awalnya kurang berkomunikasi mulai berkomunikasi dan mulai bekerjasama.

Eksperimen ini membentuk kelompok pembelajaran (kelompok jigsaw) dimana tiap pembelajaran tergantung kepada anggota kelompoknya untuk mendapatkan informasi  yang diperlukan untuk lulus dalam ujian. Tanpa memandang ras, mereka digabungkan menjadi sebuah grup dan wajib berkerjasama diantara anggotanya agar mencapai sukses akademik. Ketika dibandingkan dengan kelas tradisional dimana pembelajar-­pembelajar bersaing secara individu, pembelajar-­pembelajar di dalam kelas.

 

  1. C.    Langkah –langkah Model Pembelajaran Jigsaw

 

Model pembelajaran jigsaw merupakan strategi yang menarik untuk digunakan jika materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian . kelebihan strategi ini adalah dapat melibatkan seluruh siswa dalam belajar dan sekaligus mengajarkan kepada orang lain.

Langkah yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut :

  1. Memilih materi yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian
  2. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan bagian yang disiapkan
  3. Setiap kelompok diberi materi yang berbeda untuk dipahami
  4. Selanjutnya, setiap kelompok akan mengirimkan anggotanya kepada kelompok lain yang ada untuk menyampaikan materi yang telah di pelajari di kelompok
  5. Kelompok kembali pada suasana semula, jika ada permasalahan dapat ditanyakan atau didiskusikan
  6. Guru memberi pertanyaan untuk mengecek pemahaman siswa terhadap materi

(Zaini,dkk 2007:58)

  1. D.  Kelebihan dan kekurangan model jigsaw

Kelebihan

1.   Memacu siswa untuk lebih aktif, kreatif serta bertanggung jawab terhadap proses belajarnya.

  1. Mendorong siswa untuk berfikir kritis
  2. Memberi kesempatan setiap siswa untuk menerapkan ide yang dimiliki untuk menjelaskan materi yang dipelajari kepada siswa lain dalam kelompok tersebut.
  3. Diskusi tidak didominasi oleh siswa  tertentu saja tetapi semua siswa dituntut untuk menjadi aktif dalam diskusi tersebut.

Kekurangan

 

  1. Kegiatan belajar-mengajar membutuhkan lebih banyak waktu dibanding model yang lain.
  2. Bagi guru model ini memerlukan kemampuan lebih karena setiap kelompok membutuhkan penanganan  yang  berbeda.
  1. Faktor Penghambat Model Jigsaw

Tidak selamanya proses belajar dengan model jigsaw berjalan dengan lancar. Ada beberapa hambatan yang dapat muncul, yang paling sering terjadi adalah kurang terbiasanya peserta didik dan pengajar dengan model ini.Peserta didik dan pengajar masih terbawa kebiasaan metode konvensional, dimana pemberian materi terjadi secara satu arah. Faktor penghambat lain adalah kurangnya waktu, proses model ini membutuhkan waktu yang lebih banyak, sementara waktu pelaksanaan metode ini harus disesuaikan dengan beban kurikulum.

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.                Kesimpulan

 

Jigsaw adalah salah satu  teknik cooperative learning  yang pertama kali diterapkan oleh Elliiot Aronson tahun 1971 dan dipublikasikan tahun 1978. Pada awal penelitiannya kelas jigsaw ini dipakai untuk tujuan mengurangi rasa kompetisi pembelajaran dan masalah ras yang terdapat di sebuah kelas yang berada di Austin, Texas. Kota texas ini termasuk mengalami masalah rasis yang sangat parah, dan itu pun memunculkan intervensidarisekolah  – sekolah untuk menghilangkan masalah tersebut.

Metode Jigsaw pada hakekatnya model pembelajaran kooperatif yang berpusat pada siswa. Siswa mempunyai peran dan tanggung jawab besar dalam pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilisator dan motifator. Tujuan metode Jigsaw ini adalah untuk mengembangkan kerjatim, ketrampilan belajar kooperatif dan penguasaan pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh siswa apabila siswa mempelajari materi secara individual.

Jigsaw dapat digunakan untuk membaca dan mendengarkan kegiatan pemahaman dan percakapan, menggunakan tugas pembelajaran yang tepat. Fitur metode Jigsaw membuatnya cocok untuk meningkatkan dua gol pengajaran penting dan terkait yang berkontribusi terhadap pemahaman bacaan: mengembangkan kesadaran metakognitif siswa, dan belajar sambil mengajar konten kepada rekan-rekan dalam kelompok kecil.

  1. Saran

Semoga dengan adanya makalah ini kita sebagai calon guru dapat mengetahui secara mendalam tentang pengertian metode jigsaw, sejarah, langkah-langkah dan hambatan metode jigsaw. Serta dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar melalui pembelajaran kooperatif model pembelajaran jigsaw.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Ngatmini, dkk.2010.Perencanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia.Semarang:IKIP PRGI PRESS
  2. Jing Meng.2010. Jigsaw Cooperative Learning in English Reading. ISSN 1798-4769 Journal of Language Teaching and Research, Vol. 1, No. 4, pp. 501-504, July 2010.
  3. Ahmad dan Akhmad Jazuli.2009.Jigsaw tye of cooperative learning as means of improving high school-students’mathematical communication ability.International Journal for Education Studies, I(2) 2009
  4. Suroto.2012.  PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATERI PRISMA DAN LIMAS KELAS VIII. ISSN 2252-6404 Journal of Primary Education1 (1) (2012)
  5.  Sutrisno.2012.  PEMBELAJARAN FLUIDA MENGGUNAKAN MODEL JIGSAW DENGAN PEER ASSESSMENT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, SIKAP ILMIAH, DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPA. ISSN 2252 – 6412 Journal of Innovative Science Education (1) (2012)
  6. Suwarno.2007. Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Jigsaw(PTK pada Siswa Kelas VII E SMP Negeri 4 Sukoharjo). JURNAL PENDIDIKAN, JILID 16, NOMOR 2, JULI 2007
  7. http://rahman-destia.blogspot.com/2012/06/metode-pembelajaran-jigsaw.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s